Sabtu, 13 April 2013

Asal Muasal Kopi Arabica dan Robusta Ditanam di Indonesia


Sejak tahun 1616, seduhan kopi sudah mulai dikenal di Indonesia. Masyarakat mengenal kopi Arabica dan Robusta, serta ada pula jenis kopi Liberika dan Ekselsa. Bagaimana sejarahnya hingga masuk dan diterima di Indonesia?

Kopi merupakan minuman universal. Dikenal di desa-desa dengan peralatan tradisional, hingga kelas coffee shopdengan mesin canggih dan penyajian menarik. Dr. Ir. Ade Wachjar, MS dari Departemen Agronomi & Hortikultura Fakultas Pertanian IPB berbagi cerita pada detikFood tentang sejarah panjang masuknya kopi di Indonesia.

Ayam dengan Aneka Bumbu Beraroma Harum

img Ayam dengan aneka bumbu ini bisa menjadi menu makan malam Anda. Kelezatannya dengan aroma harum, dapat membuat Anda semakin lahap. Simak resepnya berikut ini, seperti dikutip daridetikfood.

1. Ayam Masak Nanas

Bahan:
2 sdm minyak goreng
5 butir bawang merah, iris tipis
3 butir bawang putih, iris tipis
1 jari kunyit, iris tipis
2 batang serai, ambil bagian yang putih, memarkan
1/4 sdt terasi bakar
1 bungkus Bumbu Inti Kokita B
1 ekor ayam kampung, potong 8-12 bagian
1 liter air
2 sdm kecap manis
1 sdt gula pasir
1 sdt merica bubuk
2 sdt garam
1 buah nanas, kupas, potong-potong

Cara Membuat:
Tumis bawang merah, bawang putih, kunyit, dan serai hingga harum dan layu.
Masukkan potongan ayam, aduk hingga kaku.
Tuangi air, tambahkan kecap, garam, gula, dan merica.
Masak dengan api sedang hingga ayam lunak dan kuahnya tinggal setengah bagian.
Masukkan potongan nenas, didihkan. Angkat.
Sajikan hangat.

Sajian untuk 6 porsi.

2. Ayam Masak Tomat Rosemary

Bahan:
½ ekor ayam negeri, potong 4-6 bagian
1 siung bawang putih, parut
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
minyak goreng
1 sdm mentega
100 g bawang Bombay, iris kasar
2 siung bawang putih, memarkan
500 g tomat segar, iris kasar
½ sdt merica bubuk
1 sdt rosemary kering
1 lembar bay leaf
1 sdt gula pasir
2 sdt garam
500 ml air

Cara membuat:
Lumuri potongan ayam dengan bawang, merica dan garam. Diamkan selama 30 menit.
Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga agak kering. Tiriskan.
Tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga wangi.
Tambahkan tomat dan bumbu, aduk rata.
Masukkan ayam, aduk hingga mendidih.
Tuangi air, masak dengan api kecil hingga ayam lunak dan kuah agak kental.
Angkat, sajikan hangat.

Untuk 4 orang

Rabu, 10 April 2013

Inilah Peralatan Dapur yang Jadi Tempat Persembunyian Kuman dan Bakteri!

Blender, pisau atau tombol oven yang Anda kira sudah bersih ternyata jadi sarang nyaman untuk kuman dan bakteri. Bakteri E.Colli dan salmonella merupakan bakteri yang terbanyak menyebabkan sakit dan keracunan.

Seperti dikutip dari New York Times (12/04/2013), penelitian menunjukkan, dapur adalah tempat yang penting untuk dijaga kebersihannya. Hampir 10 juta kasus keracunan makanan terjadi di Amerika Serikat setiap tahun. MenurutCenter for Disease Control and Prevention, 1 dari 5 kasus tersebut disebabkan oleh makanan rumah. Berikut ini beberapa alat dapur yang sering dijadikan sarang kuman dan bakteri:

tarian incling jawa tengah


Menurut sesepuh grup incling di Plaosan, Desa Hargotirto Saparjo Tani (90), nama incling lahir karena suara klinting yang terdengar ‘kemrincing’ setiap penari menggerak-gerakkan kendali kuda lumping. Namun ia tak ingat lahirnya kesenian incling di wilayahnya. Secara spiritual, nama Tarian Incling Jawa Tengah dimaknai mendalam menjadi Pancasilane Jagad Gumelare Manungso.
Sekitar 1970-an di wilayah Plaosan, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap terdapat grup kesenian incling yang cukup terkenal. Di masa kejayaannya, sering diminta pentas orang punya hajatan, dan acara-acara resmi di lingkungan pemerintahan. Begitu terkenalnya grup kesenian tersebut, lantunan parikan ‘Inclinge Hargotirto, Pimpinane Bapak Parjo’ melekat di hati masyarakat.
Pengamat seni yang sekaligus pelaku seni kesenian tradisional Kulonprogo, Drs Sugiyanto mengakui, incling menjadi salah satu kesenian tradisional lokal Kulonprogo yang tidak dijumpai di daerah lain. Grup kesenian incling diketahui pertama kali berdiri di wilayah Plaosan, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap yang disepuhi Saparjo Tani dan di wilayah Bayeman, Desa Temon Kulon, Kecamatan Temon yang mementaskan dengan gaya tersendiri dengan penari yang menggunakan kuda lumping, posisi kepala kuda menengadah ke atas.
“Incling tersebut pernah diteliti dan diseminarkan. Grup kesenian Tarian Incling Jawa Tengah di Bayeman berdiri lebih dulu. Grup incling di Hargotirto, berdiri sekitar tahun 1950-an. Perbedaan incling yang ada di Hargotirto sangat disakralkan, sebelum dipentaskan biasanya melalui proses spiritual,” jelas Sugiyanto.
Incling di Kulonprogo berbeda dengan Tarian Incling Jawa Tengah yang diciptakan almarhum Bagong Kussudiardjo, baik dalam bentuk, napas, kostum penari dan cara penyajiannya.
Kepala Seksi Adat dan Kesenian Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudpar Pora) Kulonprogo Drs R Yudono Hindri Atmoko mengatakan, hingga saat ini ada sekitar 25 grup kesenian incling. q-k
“Upaya pelestarian grup incling harus mengikuti keinginan masyarakat dengan berusaha tidak meninggalkan ciri khas kesenian yang hanya ada di Kulonprogo ini. Upaya lain selalu melibatkan grup-grup untuk pentas,” katanya.

tari sinterena

Tari Sintren Jawa Tengah – Sintren adalan kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Cirebon. Tari Sintren Jawa Tengah ini terkenal di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, antara lain di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Jatibarang, Brebes, Pemalang, Banyumas, dan Pekalongan. Kesenian Sintren dikenal juga dengan nama lais. Kesenian Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.

sejarah tari sintren


Tari Sintren Jawa Tengah berasal dari kisah Sulandono sebagai putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib.
Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil oleh roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan di antara Sulasih dan R. Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari masih dalam keadaan suci (perawan).

pertunjukan tari sintren


Pertunjukan Tari Sintren Jawa Tengah
Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang. Dalam perkembangannya Tari Sintren Jawa Tengah sebagai hiburan budaya, kemudian dilengkapi dengan penari pendamping dan bodor (lawak).
Dalam permainan kesenian rakyat pun Dewi Lanjar berpengaruh antara lain dalam permainan Sintren, si pawang (dalang) sering mengundang Roh Dewi Lanjar untuk masuk ke dalam permainan Sintren. Bila, roh Dewi Lanjar berhasil diundang, maka penari Tari Sintren Jawa Tengah akan terlihat lebih cantik dan membawakan tarian lebih lincah dan mempesona.